PENGERTIAN,
OBJEK, DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU
Makalah
Diajukan
Untuk Memenuhi UAS Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Dosen Pengampuh:
Prof. Dr. Moh. Sholeh, M. Pd PNI
Oleh:
Bagus
Waskito Utomo (D01212006)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SURABAYA
2013
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah
Allamal Qur’an Kholaqol Insan Allamahul Bayan, washshalatu wassalamu ’ala
Ruslil Anam, Sayyidina Muhammadin wa ’ala alihi wa shohbihi ila yaumil manam.
Puji
syukur kepada Allah SWT, yang telah menciptakan manusia dan alam seisinya untuk
makhluknya serta mengajari manusia tentang al-qur’an dan kandungannya, yang
dengan akal pikiran sebagai potensi dasar bagi manusia untuk menimbang sesuatu
itu baik atau buruk, menciptakan hati nurani sebagai pengontrol dalam tindak
tanduk, yang telah menciptakan fisik dalam sebagus bagusnya rupa untuk
mengekspresikan amal ibadah kita kepada-Nya. Segala puji bagi Allah sang Maha
Kuasa pemberi hidayah, yang semua jiwa dalam genggaman-Nya, kasih kaming-Mu
mulia tak terperi. Rahman dan Rahim-Nya telah menyertai kami sehingga dapat
menyelesaikan penulisan makalah ini.
Sholawat
bermutiarakan salam senantiasa kita haturkan kepada revolusionar muslim sejati
baginda Muhammad SAW, serta para sahabatnya yang telah membebaskan umat manusia
dari lembah kemusyrikan dan kejahiliyahan menuju alam yang bersaratkan
nilai-nilai tauhid dan bertaburan cahaya ilmu pengetahuan dan kebenaran. Dalam
makalah ini, penulis berupaya semaksimal mungkin menyajikan makalah dalam
bentuk yang mudah dibaca. Namun, penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini
masih banyak kekurangan.
Tiada
yang dapat kami ucapkan sebagai balas budi kami selain untaian ucapan terima
kasih dan doa, agar semua amal kebaikan selama ini penuh dengan iringan rahmat
dan ridho Allah SWT. Sehingga dicatat sebagai amalan makbulan’indallah. Amin.
Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan semuanya,
khususnya bagi penulis sendiri.
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.
Filsafat dan ilmu pada
dasarnya adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun
historis, karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat. Filsafat
telah merubah pola pemikiran bangsa Yunani dan umat manusia dari pandangan mitosentris
menjadi logosentris. Perubahan pola pikir tersebut membawa perubahan yang cukup
besar dengan ditemukannya hukum-hukum alam dan teori-teori ilmiah yang
menjelaskan bagaimana perubahan-perubahan itu terjadi, baik yang berkaitan
dengan makro kosmos maupun mikrokosmos. Dari sinilah lahir ilmu-ilmu
pengetahuan yang selanjutnya berkembang menjadi lebih terspesialisasi dalam
bentuk yang lebih kecil dan sekaligus semakin aplikatif dan terasa manfaatnya.
Filsafat sebagai induk dari segala ilmu membangun kerangka berfikir dengan
meletakkan tiga dasar utama, yaitu ontologi, epistimologi dan axiologi. Maka
Filsafat Ilmu menurut Jujun Suriasumantri merupakan bagian dari epistimologi
(filsafat ilmu pengetahuan yang secara spesifik mengkaji hakekat ilmu
(pengetahuan ilmiah). Dalam pokok bahasan ini akan diuraika pengertian filsafat
ilmu, dan obyek yang menjadi cakupannya.
B. Rumusan masalah
- Apa pengertian Filsafat Ilmu?
- Apa saja Objek Formal dan Objek Material Filsafat Ilmu?
- Apa batasan ruang lingkup filsafat Ilmu?
C. Tujuan Masalah.
1. Bisa menguraikan definisi
filsafat Ilmu.
2. Mengetahui Objek formal
dan Objek material filsafat ilmu.
3. Memahami ruang lingkub
filsafat ilmu.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Filsafat Ilmu
Menurut Robert Ackerman
filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang
pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap
kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi
filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah
secara aktual. Lewis White Beck, memberi pengertian bahwa filsafat ilmu
membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba
menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
Menurut A. Cornelius Benjamin filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual. Michael V. Berry berpendapat bahwa filsafat ilmu adalah penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.
Menurut A. Cornelius Benjamin filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual. Michael V. Berry berpendapat bahwa filsafat ilmu adalah penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.
Menurut May Brodbeck filsafat ilmu adalah analisis yang netral secara etis
dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu.
Peter Caws Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat
bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman
manusia. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun
teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai
landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa
secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi
keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada
penghapusan kesalahan.
Stephen R. Toulmin mengemukana bahwa sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu
mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses
penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbinacangan,
metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis,
dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari
sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika.
Dari uraian di atas akan diperoleh suatu gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya.
Dari uraian di atas akan diperoleh suatu gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya.
Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologis
(filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti
obyek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut?
Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang
membuahkan pengetahuan ?
(Landasan ontologis)Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya
pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus
diperhatikan agar mendakan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang
disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu
kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?
(Landasan epistemologis) Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu
dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan
kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan
pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang
merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ?
B.
Objek Material dan Objek Formal
Obyek filsafat ilmu dibedakan atas
obyek material dan obyek formal. Yang dimaksudkan dengan obyek material
filsafat ilmu ialah sesuatu atau obyek yang diselidiki, dipelajari, dan
diamati. Atau segala sesuatu yang ada, yang meliputi: ada dalam kenyataan, ada
dalam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan. Obyek material adalah apa yang
dipelajari dan dikupas sebagai bahan pembicaraan atau penelitian. Dalam gejala
ini jelas ada tiga hal menonjol, yaitu manusia, dunia, dan akhirat.
Sedangkan
obyek formal filsafat ilmu ialah
sudut pandang dalam penyelidikan atau pengamatan. Atau hakikat dari segala
sesuatu yang ada. Obyek formal adalah cara pendekatan yang dipakai atas
obyek material, yang sedemikian khas sehingga mencirikan atau mengkhususkan
bidang kegiatan yang bersangkutan. Jika cara pendekatan itu logis,
konsisten dan efisien, maka dihasilkanlah sistem filsafat.
Yang
membedakan antara objek formal dan objek material ialah objek formal, tidak terbatas pada apa yang mampu di
inderawi saja, melainkan seluruh hakikat sesuatu, baik yang nyata maupun yg
abstrak. Sedangkan objek materialnya ialah yang memungkinkan diambilnya
pengetahuan yang benar dengan cara/teknik atau sarana yang membantu dalam
mendapatkan pengetahuan yang benar itu.
Sebuah
ilmu dibedakan dari ilmu lain karena obyek formalnya. Dengan perkataan lain,
dari sudut obyek material, beberapa ilmu mempunyai kesamaan, tapi berdasarkan
obyek formal, ilmu-ilmu itu berbeda. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan
berikut ini.
1)
Objek material filsafat ilmu adalah pengetahuan ilmiah atau ilmu. Obyek
material filsafat ilmu sama dengan obyek material beberapa ilmu lain seperti sejarah
ilmu, psikologi ilmu, atau sosiologi ilmu. Semuanya mempelajari ilmu-ilmu.
Misalnya, psikologi ilmu adalah cabang psikologi yang memberikan penjelasan
tentang proses-proses psikologis yang menunjang ilmu. Hasil penelitian bidang
ini dapat merumuskan pentingnya faktor psikologis pada kreativitas proses
penyusunan hipotesis ilmiah. Demikian juga unsur psikologis dalam persepsi,
khususnya persepsi pada observasi ilmiah.
2)
Objek formal filsafat ilmu adalah ilmu atas dasar tinjauan filosofis, yaitu
secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Obyek formal Filsafat Ilmu
ialah asal usul, struktur, metode, dan validitas ilmu. Dalam kaitan dengan ini,
C.A. van Peursen menyebutkan adanya dua kecenderungan dalam filsafat ilmu,
yakni tendensi metafisik dan metodologik. Pada tendensi metafisik, filsafat
ilmu misalnya bertanya apakah ruang yang digunakan ilmu ukur itu merupakan
suatu yang sungguh-sungguh ada sebagai ruang mutlak atau hanya skematisasi yang
dipaksakan pada gejala-gejala oleh pengamatan manusia? Filsafat ilmu juga
mempertanyakan bagaimana peranan hukum sebab-akibat dalam realitas alam. Juga
diselidiki misalnya: bagaimana sifat pengetahuan yang mendasari ilmu? Apakah
gejala historis dapat ditampilkan dalam suatu ilmu berdasarkan alsan-alasan
obyektif? Menyangkut tendensi metodologik, filsafat ilmu memusatkan perhatian
pada data relevan dan konstruksi argumentasi yang sahih.
C.
Ruang lingkub filsafat ilmu
Perlu
kita ketahui, hingga saat ini filsafat ilmu telah berkembang pesat sehingga
menjadi suatu bidang pengetahuan yang amat luas dan sangat mendalam. Beberapa
filusuf memberikan pendapatnya tentang ruang lingkup filsafat ilmu. Diantara
filusuf-filusuf tersebut adalah:
a.
Pater Anggeles
Sebagaimana dikutip Liang Gie, dalam bukunya Dictionary of Philosohy, Pater
Anggeles membagi empat konsentrasi utama dalam filsafat ilmu :
1. Telaah mengenai beberaa konsep, pra anggapan, dan metode ilmu, berikut analisis, perluasan dan penyusunannya untuk mendatakan pengetahuan yang lebih ajeg dan cermat.
2. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur perlambangannya.
3. Telaah mengenai saling keterkaitan antara berbagai macam ilmu.
4. Telaah mengenai berbagai akibat pengtahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoritis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar manusia.
b. Cornelius Benjamin
Dalam pandangannya, pokok-pokok asal filsafat ilmu dibagi dalam tiga bidang, meliputi:
1. Telaah mengenai metode ilmu, lambang ilmiah, dan struktur logis dari system berlambang ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan, dan teori umum tentang tanda.
2. Penjelasan mengenai konsep dasar, pra anggapan dan pangkal pendirian ilmu, berikut landasan-landasan empiris, rasional dan ragmatis yang menjadi tempat tumpuannya.
3. Aneka telaah mengenai saling keterkaitan diantara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti idealisme, materialime, monisme dan pluralisme.
c. Arthur Danto
beliau menyimpulakan bahwa lingkupan filsafat ilmu mencakup:
1. Persoalan-persoalan konsep yang memiliki kaitan erat dengan ilmu itu sendiri sehingga pemecahannya dapat seketika dipandang sebagai sumbangan kepada ilmu dari pada kepada filsafat.
2. Persoalan-persoalan umum dengan pertalian umum yang filsafati sehingga pemecahannya merupakan suatu sumbangan kepada metafisika atau epistimologi seperti kepada filsafat ilmu yang sesungguhnya.
d. Israel Scheffier
Filsafat ilmu yang mencari pengetahuan umum tentang ilmu atau dunia sebagaimana ditunjukkan oleh ilmu, cakupannya ada tiga bidang, yaitu:
1. Peran ilmu dalam masyarakat, yang menelaah hubungan-hubungan antara faktor-faktor kemasyarakatan dan ide-ide ilmiah.
2. Dunia sebagaimana digambarkan oleh ilmu, berusaha melukiskan asal mula dan struktur alam semesta menurut teori-teori yang terbaik dan penemuan-penemuan dalam kosmologi.
3. Landasan-landasan ilmu, menyelidiki metode umum, bentuk logis, cara penyimpulan, dan konsep dasar ilmu-ilmu.
e. Ensiklopedia Britanica,
Merangkum tentang cakupan filsafat ilmu sebagai berikut:
1. Sifat dasar dan lingkup filsafat ilmu dan hubungannya dengan cabang ilmu lain, aneka ragam soal dan metode-metode hampiran terhadap filsafat ilmu.
2. Berdasarkan sisi histories.
3. Unsur-unsur sisi ilmiah.
4. Gerakan-gerakan pemikiran ilmiah, meliputi penemuan ilmiah, pembuktian keabsahan dan pembenaran dari konsep dan teori baru, dan penyatuan teori-teori dan konsep-konsep ilmu yang terpisah.
5. Kedudukan filsafat dari teori ilmiah, yang terdiri dari: kedudukan proporsi ilmiah dan konsep entitas, hubungan antara analisis filsafati dan praktek ilmiah.
6. Pentingnya pengetahuan ilmiah bagi bidang-bidang lain dari pengalaman dan soal manusia.
f. Noeng Muhadjir
Dalam bukunya Filsafat Ilmu: Positivisme, Post Positivisme dan Post Modernimisme. Mengemukakan bahwa obyek studi filsafat minimal terdiri atas dua hal yang substansif, meliuti kenyataan dan kebenaran dan dua hal yang instrumentatif, meliputi konfirmasi dan logika inferensi.
Dengan memperhatikan perkembangan filsafat ilmu dewasa ini, John Loosee, seorang fisuf pengamat sejarah menyimpulkan bahwa filsafat ilmu dapat dikelompokkan menjadi empat konsepsi:
1. Filsafat ilmu yang berusaha menyusun pandangan-pandangan dunia berdasarkan teori-teori ilmiah yang penting.
2. Filsafat ilmu yang berusaha memaparkan pra-anggapan dan kecenderungan ilmuan.
3. Filsafat ilmu sebagai cabang pengetahuan yang menganalisis konsep dan teori dari ilmu.
4. Filsafat ilmu sebagai pengetahuan kritis yang menelaah ilmu sebagai sasarannya
1. Telaah mengenai beberaa konsep, pra anggapan, dan metode ilmu, berikut analisis, perluasan dan penyusunannya untuk mendatakan pengetahuan yang lebih ajeg dan cermat.
2. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur perlambangannya.
3. Telaah mengenai saling keterkaitan antara berbagai macam ilmu.
4. Telaah mengenai berbagai akibat pengtahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, hubungan logika dan matematika dengan realitas, entitas teoritis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar manusia.
b. Cornelius Benjamin
Dalam pandangannya, pokok-pokok asal filsafat ilmu dibagi dalam tiga bidang, meliputi:
1. Telaah mengenai metode ilmu, lambang ilmiah, dan struktur logis dari system berlambang ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan, dan teori umum tentang tanda.
2. Penjelasan mengenai konsep dasar, pra anggapan dan pangkal pendirian ilmu, berikut landasan-landasan empiris, rasional dan ragmatis yang menjadi tempat tumpuannya.
3. Aneka telaah mengenai saling keterkaitan diantara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti idealisme, materialime, monisme dan pluralisme.
c. Arthur Danto
beliau menyimpulakan bahwa lingkupan filsafat ilmu mencakup:
1. Persoalan-persoalan konsep yang memiliki kaitan erat dengan ilmu itu sendiri sehingga pemecahannya dapat seketika dipandang sebagai sumbangan kepada ilmu dari pada kepada filsafat.
2. Persoalan-persoalan umum dengan pertalian umum yang filsafati sehingga pemecahannya merupakan suatu sumbangan kepada metafisika atau epistimologi seperti kepada filsafat ilmu yang sesungguhnya.
d. Israel Scheffier
Filsafat ilmu yang mencari pengetahuan umum tentang ilmu atau dunia sebagaimana ditunjukkan oleh ilmu, cakupannya ada tiga bidang, yaitu:
1. Peran ilmu dalam masyarakat, yang menelaah hubungan-hubungan antara faktor-faktor kemasyarakatan dan ide-ide ilmiah.
2. Dunia sebagaimana digambarkan oleh ilmu, berusaha melukiskan asal mula dan struktur alam semesta menurut teori-teori yang terbaik dan penemuan-penemuan dalam kosmologi.
3. Landasan-landasan ilmu, menyelidiki metode umum, bentuk logis, cara penyimpulan, dan konsep dasar ilmu-ilmu.
e. Ensiklopedia Britanica,
Merangkum tentang cakupan filsafat ilmu sebagai berikut:
1. Sifat dasar dan lingkup filsafat ilmu dan hubungannya dengan cabang ilmu lain, aneka ragam soal dan metode-metode hampiran terhadap filsafat ilmu.
2. Berdasarkan sisi histories.
3. Unsur-unsur sisi ilmiah.
4. Gerakan-gerakan pemikiran ilmiah, meliputi penemuan ilmiah, pembuktian keabsahan dan pembenaran dari konsep dan teori baru, dan penyatuan teori-teori dan konsep-konsep ilmu yang terpisah.
5. Kedudukan filsafat dari teori ilmiah, yang terdiri dari: kedudukan proporsi ilmiah dan konsep entitas, hubungan antara analisis filsafati dan praktek ilmiah.
6. Pentingnya pengetahuan ilmiah bagi bidang-bidang lain dari pengalaman dan soal manusia.
f. Noeng Muhadjir
Dalam bukunya Filsafat Ilmu: Positivisme, Post Positivisme dan Post Modernimisme. Mengemukakan bahwa obyek studi filsafat minimal terdiri atas dua hal yang substansif, meliuti kenyataan dan kebenaran dan dua hal yang instrumentatif, meliputi konfirmasi dan logika inferensi.
Dengan memperhatikan perkembangan filsafat ilmu dewasa ini, John Loosee, seorang fisuf pengamat sejarah menyimpulkan bahwa filsafat ilmu dapat dikelompokkan menjadi empat konsepsi:
1. Filsafat ilmu yang berusaha menyusun pandangan-pandangan dunia berdasarkan teori-teori ilmiah yang penting.
2. Filsafat ilmu yang berusaha memaparkan pra-anggapan dan kecenderungan ilmuan.
3. Filsafat ilmu sebagai cabang pengetahuan yang menganalisis konsep dan teori dari ilmu.
4. Filsafat ilmu sebagai pengetahuan kritis yang menelaah ilmu sebagai sasarannya
BAB III
PENUTUB
PENUTUB
A.
KESIMPULAN
Jadi, konsep
dasar filsafat ilmu adalah kedudukan, fokus, cakupan, tujuan dan fungsi serta
kaitannya dengan implementasi kehidupan sehari-hari. Berikutnya dibahas pula
tentang karakteristik filsafat, ilmu dan pendidikan serta jalinan fungsional
antara ilmu, filsafat dan agama. Pembahasan filsafat ilmu juga mencakup
sistematika, permasalahan, keragaman pendekatan dan paradigma (pola pikir)
dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan dimensi ontologis, epistomologis dan
aksiologis. Selanjutnya dikaji mengenai makna, implikasi dan implementasi
filsafat ilmu sebagai landasan dalam rangka pengembangan keilmuan dan
kependidikan dengan penggunaan alternatif metodologi penelitian, baik
pendekatan kuantitatif dan kualitatif, maupun perpaduan kedua-duanya.
DAFTAR PUSTAKA
Baktiyar, Amsal. 2007 Filsafat ilmu. Jakarta:
Rajawali Pers
Drs. H.
Syadali Ahmad M.A 2004 filsafat umum. Bandung, pustaka setia
Prof. Dr. Taat Putra Suhartono.2010 Filsafat Ilmu.Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Prof. Dr.
Tafsir Ahmad 2007 Filsafat Umum, bandung PT. Remaja Rasda
Karya
trima kasih atas bntuannya
BalasHapusCakupan objek filsafat lebih luas di bandingkan dengan ilmu karena ilmu hanya terbatas pada persoalan yang empiris saja, sedangkan filsafat mencakup yang empiris dan yang non empirisKAJIAN DAN TELAAHAN MASALAH-MASALAH KEHIDUPAN
BalasHapus