Nama : Bagus Waskito Utomo
No NIM : D01212006
No NIM : D01212006
Harta, tahta, dan wanita.
Apakah
kita akan meneruskan hidup ini yang biasa-biasa saja atau hidup yang berani? Karena
hanya hidup yang beranilah yang bisa melihat seperti apa kehidupan ini.
Langsung saja, harta, tahta dan wanita yang selama ini dianggap sebagai
penjatuh pria, bahkan sebesar-besarnya pria bisa jatuh oleh sekecil-kecilnya
wanita.
Tapi kalau
menurut saya, harta, tahta, wanita justru adalah ukuran keutuhan keberhasilah
seorang pria. Seorang pria yang berhasil, harus berhasil berharta, bertahta,
dan berwanita. Yang menjadikannya gagal adalah bukan harta, tahta, wanita,
tetapi yang menjadikannya gagal adalah sikap yang salah. Karena sikap yang
salah adalah pembatal keberhasilan apapun.
Saat ini, mungkin saya akan sedikit membahas bagaimana menyingkapi harta, tahta dan wanita dari sudut pandang yang benar, yang tidak membuat kita ragu untuk mencapai cara-cara kehidupan yang mulia.
Saat ini, mungkin saya akan sedikit membahas bagaimana menyingkapi harta, tahta dan wanita dari sudut pandang yang benar, yang tidak membuat kita ragu untuk mencapai cara-cara kehidupan yang mulia.
·
Harta -> Harta
harus yang membaik-kan. Banyak orang sudah meminta harta, tetapi belum berjanji
bahwa harta yang dia milikinya itu akan membuat dirinya baik. Banyak orang
meminta uang yang banyak, tanpa berjanji bahwa uang banyak itu akan membuat
pribadinya mulia.
·
Tahta -> Ada
tiga tugas utama dari tahta (Menyejahterakan, Membahagiakan,Mencemerlangkan).
Salah orang, kalau ia bertahta tetapi tidak menyejaterakan, membahagiakan dan
mencemerlangkan orang lain.
·
Wanita – >
Yang Mulia. Mengapa dia mulia?, karena prianya memuliakan-nya.
Jadi ukuran
keberhasilan seorang pria adalah dia berharta yang membuat dirinya baik, bukan jadi
sombong. Kemudian apabila dia bertahta tujuannya bukan untuk memperkaya diri
dan kelompok tetapi untuk menyejahterakan, membahagiakan dan mencemerlangkan
orang lain. Dan apabila dia didampingi seorang wanita, dia akan memuliakannya
sehingga wanita itu akan memuliakannya kembali.
Menurut saya, “Tidak
ada diantara harta, tahta dan wanita yang memiliki pengaruh negatif kepada
orang baik. Hanya orang yang salah sikap yang bisa jatuh dari ketiga faktor
ini, karena kesalahan sikap akan membatalkan semua keberhasilan”.
Kita semua sedang dalam perjalanan menuju sesuatu, ada
perjalanan yang belum tentu kita berhasil, berarti belum tentu pula kita gagal,
ambillah perjalanan ini. Tetapi ada perjalanan yang pasti gagal, yaitu
perjalanan yang tidak adil, tidak amanah, tidak jujur, tidak santun dan tidak
penuh hormat, ini perjalanan yang bagaimanapun canggih caranya akan gagal.
Tetapi upayakanlah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang
lain, sebab kalau kita bermanfaat Tuhan akan hadiahkan harta yang besar tadi, diberikan
kewenangan untuk didengarkan banyak orang, dan didampingkan dengan wanita yang
kita muliakan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus